Senin, Agustus 21, 2017

Kekuatan Majlis Taklim

Dra Hj Mursyidah Thahir, MA
Ketua III Muslimat NU

Majlis taklim merupakan wadah para pecinta ilmu berkumpul untuk menimba pengetahuan keagamaan dan informasi dari para ustadz/ustadzah. Secara tradisional, majlis taklim ini tumbuh dan berkembang hampir di setiap musala, mesjid dan terkadang rumah tinggal, atas dasar keinginan masyarakat khususnya kaum ibu untuk saling kenal, saling tukar informasi, dan saling belajar. Cara yang digunakan juga sederhana, misalnya dengan menghimpun jamaah lewat kegiatan arisan mingguan atau bulanan. Maka anggota arisan itulah yang kemudian secara otomatis menjadi anggota jamaah majlis taklim. Materi yang dikaji terutama Al-Qur`an, hadis, fiqih, tafsir dan akhlak.
 
Muslimat NU, dari tingkat pusat sampai ranting, memiliki majlis taklim secara berjenjang. Di tingkat ranting, apabila jumlah jamaah mencapai kelipatan 200 orang harus membelah dua. Begitu seterusnya sehingga ada jamaah majlis taklim muslimat NU di salah satu desa di kabupaten Banyuwangi, Jatim, memiliki 5 sampai 10 majlis taklim tingkat ranting dengan jumlah jamaah rata-rata 200 orang. Kalau mereka dikumpulkan dalam satu rapat akbar tingkat kecamatan saja, satu ranting ini bisa mengirim sedikitnya 1.000 jamaah kali 10 ranting, terhimpun 10.000 jamaah. Jumlah yang luar biasa. 10.000 jamaah per kecamatan adalah asset Muslimat NU paling berharga, karena memiliki daya tawar tinggi bukan saja di bidang dakwah agama, akan tetapi juga secara sosial, politik, budaya bahkan ekonomi.
 
Sesuai karakter yang dimiliki majlis taklim sebagai kekuatan sosial dan aset yang berdaya tawar tinggi dari tingkat pusat sampai akar rumput, peran yang diharapkan dalam penanaman nilai-nilai multi cultural sangat penting. Majlis taklim, secara kultur bisa menjadi agen perubahan, secara politis bisa menjadi perekat bangsa, dan secara ekonomi bisa menjadi pasar yang menguntungkan. Melihat sumber konflik sebagian besar disebabkan oleh perebutan sumber daya ekonomi, maka penanaman nilai-nilai multikultural harus dimulai dari sini.
 
Di seluruh Indonesia terdiri sekitar 70.000 desa. Dengan rata-rata pendapatan rakyat bersumber dari pertanian, maka focus pencegahan konflik harus diselesaikan lewat pemberdayaan ekonomi petani. Bila setiap desa memperoleh anggaran Negara 1 milyar rupiah saja untuk modal pertanian dan penguatan lumbung desa, ternyata hanya membutuhkan 70 trilyun rupiah. Terlalu kecil bila dibandingkan dana 50 gelintir konglomerat Indonesia yang menyimpan uangnya 800 trilyun di Singapura. Majlis taklim harus turut terlibat mengatasi kemiskinan. Tema yang dibahas juga harus focus pada problem kemiskinan bagaimana agar masyarakat, minimal jamaah majlis taklim memiliki akses mengurangi angka kemiskinan dengan memperoleh bantuan seperti modal UKM dan lainnya.
 
Langkah berikutnya melalui kekuatan politik. Keterwakilan perempuan dalam proses pengambilan keputusan harus diperhitungkan. Dukungan politik melalui uang yang ternyata mencedrai proses demokrasi harus dihentikan. Hukum harus berjalan dengan baik, agar keterlibatan kaum perempuan tidak terhambat oleh praktik kotor mereka yang mengandalkan uang. Sehingga dengan demikian, dapat diharapkan majlis taklim yang mayoritas jamaahnya perempuan dapat berfungsi optimal untuk menjaga kerukunan sesama bangsa. Dalam hal penanaman nilai-nilai baik agama maupun kultur, perempuan lebih dapat diandalkan ketimbang laki-laki. Pepatah mengatakan, If you educate one man, you educate one person. But if you educate one women, you educate one generation. Kekuatan ini ada di tangan majlis taklim kaum ibu.
 
Oleh karenanya majlis taklim harus mulai meningkatkan keampuhannya dalam:
1) Membangun penguatan kesepahaman antar jamaah, antar anak bangsa, yang dapat digunakan untuk menumbuhkan kesadaran saling mempedulikan dan bertindak bagi kebaikan bersama.
2) Majlis taklim membuka forum komunikasi yang memungkinkan partisipasi masyarakat untuk saling berbicara dan saling mendengar.
3) Majlis taklim dapat merumuskan landasan bersama agar keragaman budaya dan kemajemukan etnis bias saling bertemu tanpa kehilangan identitas masing-masing.


Surga dalam Persepsi Manusia
 
Oleh: Dra Hj Mursyidah Thahir MA
| Ketua III PP Muslimat NU
 
SETIAP umat apapun agamanya, pasti merindukan surga menurut persepsi masing-masing. Ada yang membayangkan surga sebagai tempat berkumpulnya roh para leluhur, bila ada yang meninggal maka keluarga yang masih hidup mengantarkan rohnya agar cepat mencapai alam nirwana.
 
Mereka menyalakan dupa dengan keyakinan, semakin tinggi asap terbang ke langit semakin cepat roh memasuki nirwana.
 
Ada pula yang membayangkan bahwa surga adalah rumah asal kembalinya semua manusia. Seandainya dulu Adam dan Hawa tidak melanggar larangan memakan buah khuldi, niscaya kita semua lahir di surga dengan penuh damai, tanpa harus sulit berjuang.
 
Adam dan Hawa telah mewariskan dosa kepada anak cucunya sehingga bila kita ingin pulang ke rumah asal yaitu surga, harus melalui proses kematian. Kematian adalah dosa waris dari Adam dan Hawa.
 
Belakangan ini ada yang membayangkan surga sebagai tempat berpesta seks, entah pemikiran apa yang melandasinya seolah surga digambarkan sebagai tempat mesum yang terbuka. Barangkali ini gambaran surga paling buruk yang pernah kita dengar.

“Belakangan ini ada yang membayangkan surga sebagai tempat berpesta seks, entah pemikiran apa yang melandasinya seolah surga digambarkan sebagai tempat mesum yang terbuka.”

 
Al Qur’an mengklarifikasi semua dugaan tersebut dalam surah an-Nisa` ayat 123 bahwa surga tidak seperti apa yang dibayangkan siapapun, termasuk umat Islam, Yahudi dan Nasrani.
Surga merupakan tempat tinggal abadi yang oleh Allah dijelaskan dalam surah Ali Imran ayat 133, setiap penghuni memperoleh tempat tinggal seluas langit dan bumi.
 
Tempat ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang bertakwa, dengan ciri-ciri antara lain gemar bersedekah baik ketika lapang maupun sempit, mereka tidak mudah marah dan pemaaf. Juga mereka yang nakal dan zalim, tetapi segera bertaubat kepada Allah dan tidak pernah lagi mengulang perbuatan kejinya.
 
Nabi Saw pernah bertanya kepada Bilal, budak hitam yang sering dianiaya, “Amal apa yang engkau selalu lakukan sehingga bunyi sandalmu sudah terekam di surga?” Bilal menjawab, “Nabi yang mulia, hanya satu amal yang bisa saya jaga dengan baik, yaitu berwudhu, setiap kali batal segera saya berwudhu.”
 
Ternyata sangat simpel untuk bisa masuk surga, iman dan ketulusan beramal. Namun ketulusan ini yang paling ditakuti syetan karena menutup langkahnya menggoda manusia.
 
Keindahan surga yang dirindukan setiap orang sering dikacaukan oleh godaan sesaat, popularitas, uang dan kemewahan. Padahal meskipun uang, popularitas dan kemewahan bisa menjadi jalan efektif menuju surga tetapi lebih sering disabet begitu cepat oleh syetan untuk menjerumuskan manusia ke dalam neraka.•
 
 
 
 
 
PP Muslimat NU: Syari'at Melindungi Manusia, Zina Mencelakakannya
 
 
Sidang judicial review pasal 284, 285 dan 292 KUHP kembali dilanjutkan pada Selasa (04/10) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. Dalam sidang yang dipimpin oleh Dr. Anwar Usman ini, Dra. Mursyidah Thahir, M.A., menyampaikan pandangannya sebagai saksi ahli yang diajukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
 
Menurut Ketua Bidang Hukum & Advokasi PP Muslimat NU ini, syari’at Islam dibangun dengan tujuan untuk memberikan perlindungan kepada manusia. Oleh karena itu, semua produk hukum yang dihasilkan juga bertujuan untuk menjaga manusia dari kerusakan dan mencapai kemaslahatan.
 
“Produk hukum berupa fiqih dan penetapan hukum atau fatwa itu bertujuan untuk mencapai lima macam kemaslahatan, yaitu hifzhud-diin atau kemaslahatan agama, hifzhun-nafs atau pemeliharaan jiwa, hifzhul-’aql atau pemeliharaan akal, hifzhul-nasab atau pemeliharaan keturunan, dan hifzhul-maal atau pemeliharaan harta,” tuturnya.
 
Demi kemaslahatan itu, menurut Mursyidah, Islam mengatur kebebasan pribadi dalam melakukan hubungan seksual. “Hukum Islam mengatur kebebasan seksual adalah untuk kepentingan pribadi dan sekaligus juga untuk kepentingan masyarakat. Sebab, hubungan seksual di luar perkawinan yang sah dapat mengancam kehidupan masyarakat dan merendahkan martabat kemanusiaan,” ungkapnya lebih lanjut.
 
Untuk melindungi manusia, maka agama melarang perzinaan. Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan IIQ Jakarta ini menjelaskan bahwa zina merusak banyak hal.
 
“Zina tidak semata berpotensi menimbulkan kekacauan garis keturunan anak atau nasab, melainkan juga penyebaran penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan seks bebas. Larangan hubungan seksual tidak semata-mata antara laki-laki dan perempuan di luar perkawinan, melainkan juga hubungan seksual sesama jenis,” tandasnya.
 
Oleh karena itu, dalam pandangan agama, pasal 284 KUHP yang hanya melarang perzinaan jika pelakunya sudah menikah dinilai belum memadai. 
 
“Dalam pandangan Majelis Ulama Indonesia, pengertian zina atau perzinaan harus dikembalikan pada pengertian dasarnya, yaitu senggama antara pria dan wanita di luar nikah, baik dilakukan orang yang masih terikat dalam suatu perkawinan, maupun yang belum atau tidak terikat perkawinan. Baik dilakukan di lokasi umum atau pelacuran maupun di ruang privat,” pungkasnya.
 


TVRI : Serambi Islami, 9 Maret 2017.

 
SURGA DALAM PERSEPSI MANUSIA

 
Setiap umat apapun agamanya, pasti merindukan surga menurut persepsi masing-masing. Ada yang membayangkan surga sebagai tempat berkumpulnya roh para leluhur, ada yang membayangkan sebagai rumah asal kembalinya semua manusia.

Surga tidak seperti apa yang dibayangkan siapapun, tetapi merupakan tempat tinggal abadi yang oleh Allah hanya diperuntukkan bagi mereka yang beriman dan beramal shaleh.  Nabi pernah bertanya kepada Bilal, budak hitam yang sering dianiaya, “Amal apa yang engkau selalu lakukan sehingga bunyi sandalmu sudah ter-rekam di surga?” Bilal menjawab, “Nabi yang mulia, hanya satu amal yang bisa saya jaga dengan baik, yaitu berwudlu, setiap kali batal segera saya berwudlu”
 
Ternyata sangat simpel untuk bisa masuk surga, iman dan ketulusan beramal. Namun ketulusan ini yang paling ditakuti syetan karena menutup langkahnya menggoda manusia.  Keindahan surga yang dirindukan setiap orang sering dikacaukan oleh godaan sesaat, uang dan kemewahan. Padahal uang dan kemewahan juga bisa menjadi jalan efektif menuju surga bila dicapai dan dimanfaatkan atas dasar iman dan amal baik.
 
 

TVRI : Serambi Islami, 2 Maret 2017.

 
HINDARI BISNIS HARAM


Secara umum ada dua macam transaksi yang harus dijaga agar semua pihak tak merasa dikecewakan. Pertama murabahah, bisnis di sektor perdagangan. Saat transaksi harus ada kepastian mengenai barang yang dijual seperti apa, berapa harganya, berapa jumlahnya, kualitasnya, dan kapan diserahkan. Bila konsep ini diambangkan menjadi tidak pasti maka terjadilah gharar/penipuan yang diharamkan.

Kedua, mudlarabah, bisnis investasi, saat transaksi belum ada kepastian barang yang dijual seperti apa, kuantitas, kualitas, harga dan kapan diserahkan. Bila konsep ini dibikin pasti, terjadilah riba.

Janganlah kalian memakan harta orang lain dengan cara bathil kecuali perdagangan yang menjamin kerelaan semua pihak.

Meskipun semua pihak telah saling merelakan akan tetapi masih dianggap bathil bila barang yang dijual merupakan barang yang diharamkan.
Makanan yang haram merupakan pintu masuk paling simpel dan efektif bagi syetan untuk menyengsarakan manusia.


TVRI : Serambi Islami, 23 Februari 2017.
 

MENCINTAI ALLAH
 

Semua manusia mencintai Allah. Umat Yahudi, umat Nasrani bahkan para penyembah berhala-pun mencintai Allah dengan cara masing-masing.

Cinta kaum musyrikin kepada Allah diwujudkan dalam bentuk penyerahan hewan kurban dan hasil panen yang diletakkan di depan berhala, seraya berkata yang ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala.

Lalu Allah berfirman, "Mana bagian untuk-Ku? Yang dipersembahkan kepada berhala tidak sampai kepada Ku sementara yang dipersembahkan untuk Ku malah sampai kepada berhala. Aturan main yang sangat buruk.

Allah menunjukkan jalan, bila kita mencintai Allah, ikutilah Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Maka Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosa kita. Akan tetapi bila tidak patuh pada jalan yang Allah tunjukkan, sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir.

Semua manusia terhina hidupnya kecuali yang berpegang pada tali Allah (ibadah) dan menjaga hubungan yang baik dengan sesama manusia (akhlaqul karimah).
 
Segala yang kita perbuat selalu mempertimbangkan apa manfaatnya bagi orang lain. Kalau tidak ada manfaatnya bagi yang lain, itulah kesia-siaan yang Allah tidak menyukainya.


TVRI : Serambi Islami, 16 Februari 2017.

 
MENDO'AKAN GURU

Guru adalah orang tua kita. Tanpa mereka mungkin kita bukan siapa-siapa. Allah menyayangi para murid yang menghormati guru karena dengan sikap hormat itulah ilmu pengetahuan mudah tertangkap dan tertanam dengan baik.

Bila kita sedang belajar dan sulit memahami materi pelajarannya maka segera kirimkan do'a kepada guru yang mengajarkannya dan kepada para pengarang buku yang kita baca. Ilmu adalah cahaya, ia akan bersinar terang dalam hati dan pikiran yang jernih serta menyinari orang-orang di sekelilingnya. Ilmu yang ditekuni dengan tulus dan jujur memiliki kekuatan dahsyat untuk menundukkan dunia dan kebahagiaan akhirat.
 
Hormatilah para guru, Allah akan selalu membimbing kita, menjadikan kita mampu mengatasi kesulitan orang lain.


TVRI : Serambi Islami, 9 Februari 2017.

 

MENYIKAPI COBAAN HIDUP

 

Keimanan seseorang dinilai dari kekuatannya menghadapi cobaan hidup. Mereka adalah orang-orang yang sabar menjalankan perintah Allah, menjahui segala larangan-Nya serta mampu mengontrol semua emosi yang buruk.

Firman Allah, "Sungguh kalian akan Kami uji dengan keadaan yang menakuntukan, bencana kelaparan, kehilangan harta, kehilangan anggota keluarga dan gagal panen. Bahagialah orang yang sabar."

Orang yang sabar, ketika keluar dari pasar lalu saat menghitung sisa uang kok ada yang hilang, ia segera mengingat Allah, begitu cara Allah mengalirkan rizki kepada hamba-Nya meski seorang pencopet. Semoga Allah melimpahkan rizki yang halal untuknya.

Ketika ada kabar, anaknya kritis setelah mengalami kecelakaan, segera berdo'a ya Allah, selamatkan anakku, dengan penuh keyakinan bahwa Allah pasti telah menyiapkan segala fasilitas untuk proses kesembuhannya termasuk tenaga medis dan biaya yang dibutuhkan, karena musibah ini terjadi atas kehendak-Nya.

Cobaan hidup juga bermain di kantor-kantor. Setumpuk proyek bernilai milyaran rupiah sama sekali tidak menggodanya untuk korupsi.
 
            Ketabahan bila telah menjadi karakter, membuat semua kesulitan menjadi mudah, bekerja menjadi lancar, terbebas dari segala tekanan, kepercayaan diri meningkat dan karir dijamin semakin bagus.


TVRI : Serambi Islami, 2 Februari 2017.

 
KEBENARAN

 
Allah SWT mengutus Muhammad saw untuk menyampaikan kebenaran. Tetapi mengapa sebagian umat Yahudi dan Nasrani tidak pernah menyukainya? Karena hadirnya Al-Qur'an untuk meng-amandemen kitab Taurat dan Injil yang menjadi landasan agama mereka saat itu. Allah SWT yang menurunkan Taurat dan Injil kepada Musa dan Isa tentu paling Mengetahui apa yang telah terjadi pada Kitab Suci yang telah diturunkannya, mengalami distorsi. Mungkin karena saat itu belum ada alat canggih yang dapat mengamankan dokumen asli selama ratusan tahun sehingga sulit dilacak.
Atas kasih sayang Allah kepada seluruh umat manusia, maka Allah menurunkan kebenaran (Al-Qur'an) untuk menyelamatkan manusia yang telah kehilangan dokumen kitab Suci sebelumnya. Tidak ada paksaan dalam memilih agama, tetapi ingat, Allah telah membentangkan jalan yang benar dan memberi peringatan untuk tidak menempuh jalan sesat.
Mengapa Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi yang buta huruf? Meski buta huruf tetapi cerdas luar biasa, jujur dan daya ingatan beliau sangat kuat, itu yang dikenal masyarakat sehingga mereka memanggilnya al-Amin. Bayangkan, seorang pedagang lintas kota, menguasai pasar di banyak tempat, selalu meraup keuntungan begitu besar tanpa bantuan kalkulator? Mungkin jika beliau tidak buta huruf lebih hebat dari itu semua, akan tetapi ada hikmah yang sangat mendasar dari ke-ummiyan beliau yaitu ketika menerima Al-Qur'an beliau aman dari tuduhan sebagai plagiator.
Dan.....Ketika kita berdo'a, “Ya Allah, tunjukkan kami jalan yang lurus” tak lain adalah kebenaran Al-Qur'an.
 

TVRI : Serambi Islami, 26 Januari 2017.

 

ALLAH MAHA MUTLAK

 

Perbuatan manusia, siapa yang menentukan? Kalau manusia yang menentukan, di mana letak ke-Maha Mutlak kan Allah? Kalau yang menentukan Allah mengapa manusia harus dihisab?

Ketika usia janin dalam kandungan mencapai 43 malam, Allah memerintah malaikat untuk menuliskan jenis kelamin, rizki, umur dan nasibnya. Bahagia kah dia atau sengsara. Semua ulama sepakat bahwa bahagia adalah mati dalam keadaan beriman dan sengsara adalah mati dalam keadaan kufur. Kita tidak tahu nasib yang ditulis ketika itu, tapi berharap memperoleh kebahagiaan.

Mungkinkah nasib dan ajal bisa dirubah? Bila datang ajal, tak seorang pun bisa menggeser waktu walau sedetik. Tapi Allah bisa merubahnya bila berkenan. Allah memberi peluang kepada kita dengan menawarkan banyak pilihan antara lain ;
1.      rukunkan orang yang bertengkar
2.      satukan mereka yang bercerai berai
3.      bersilatur-rahimlah

Barangsiapa yang bersilaturrahim maka Allah panjangkan umurnya dan Allah murahkan rizkinya.


TVRI : Serambi Islami, 19 Januari 2017.

 

INTROSPEKSI

 

Ada yang luput dari perhatian kita, bahwa pahala amal bisa habis karena tidak cukup untuk membayar ganti rugi atas kezaliman terhadap orang lain ketika uang dan emas tidak lagi berguna.
 
Rasulullah saw bersabda : "Umatku yang paling bangkrut adalah mereka yang datang pada hari kiamat, dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang membawa dosa kezaliman. Ia pernah memaki seseorang, menuduh tanpa bukti, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang ini dan memukul orang itu. Maka sebagai tebusan kezalimannya, diberikan lah pahala kebaikannya kepada si ini, si anu dan si itu. Hingga apabila kebaikannya telah habis dibagi, sementara belum semua tertebus, diambil lah dosa orang yang dizalimi kepadanya lalu ia dicampakkan ke neraka. (HR Muslim no.6522)
 
 

TVRI : Serambi Islami, 5 Januari 2017.

Tema : Ilmu Pengetahuan dan Rahasia Alam.

Ilmu Pengetahuan dan Rahasia Alam

Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berpengetahuan.

Bacalah Al-Qur'an, anda akan menemukan sumber ilmu yang sangat jernih.

Al-Qur'an menjadi teman dialog yang paling jujur

Mengungkap sejarah asal usul manusia dan alam raya tanpa distorsi

Menyadarkan keterbatasan akal ketika manusia tak mampu menjawab teka-teki masa depannya sendiri,

Apa yang akan terjadi besok?

Di bumi manakah hidup ini berakhir?

Al-Qur'an hadir

Memandu manusia agar selalu belajar dan terus belajar

Dari mana sumber tenaga alam bermula?

Dari mana daya hidup manusia berasal?

Hanya Al-Qur'an yang mampu menjawab

Bahwa akal manusia terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga tak mampu menjawab teka-teki hidup dalam keabadian
 
Al-Qur'an hadir menyampaikan pesan penting agar kita selalu siap menyambut hari esok, dengan iman, ilmu dan amal sholeh



TVRI : Serambi Islami, 29 Desember 2016.

Tema : Menyambut Tahun Baru.

 

MASIH ADA WAKTU

 

Kemana kapalku berlayar?

Sementara kita berada di pantai

Memandang kapal-kapal berlabuh

Mencari penumpang, bersaing ketat menawarkan kemegahan

Ke mana kita hendak pergi?

Ke surga... katanya........

Tetapi tak semua nakhoda tahu

Jalur pelayaran yang harus dilalui

Ada yang mengambil arah lurus ke depan, ada yang berbelok, bahkan berputar memilih jalur berbahaya

Allah tak akan mengingkari janji

Saat bumi diganti yang baru dan langit terbelah

Para pendosa diikat belenggu

Wajah-wajah tertutup api

Seraya berharap

“Ya Tuhan kami,

Beri kami kesempatan sekali lagi

Hidup di bumi

Niscaya kami akan mematuhi

Segala perintah-Mu”


Minggu, Agustus 20, 2017


TVRI : Serambi Islami, 22 Desember 2016.

Tema : Hari Ibu.

HARI IBU

"If you educate one man you only educate one person. But if you educate one woman you educate one generation".

Bila anda mendidik seorang lelaki anda hanya mendidik satu orang. Akan tetapi jika anda mendidik seorang perempuan, anda mendidik satu generasi.

 

Tidak ada kemuliaan yang melebihi peran Ibu merawat dan mendidik putera puterinya. Begitu luar biasa, hingga Allah berpesan khusus kepada kita agar berbakti kepada kedua orang tua terutama kepada ibu. Ibu telah menjalani masa-masa sulit selama mengandung, melahirkan dan menyusui saat kita kecil.

Dalam sebuah riwayat, seorang Ibu dihadapkan pada situasi sangat sulit, si kecil sakit kritis, sementara sang ayah harus keluar mencari obat. Si kecil ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir di pangkuan ibunda sebelum sang ayah tiba di rumah. Sungguh tegar luar biasa, ibu yang hebat ini masih mampu tersenyum menyambut kedatangan suami tercinta dan mengajak makan bersama demi menjaga agar sang suami lepas lelahnya.

"Bagaimana keadaan anak kita, Bu?" Dijawab dengan tenang, “makanlah dulu Pak, anak kita sedang tidur”. Begitu makan selesai, barulah si ibu menangis sepuasnya, meminta ketabahan suami ditinggal pergi putera tercinta untuk selamanya.


TVRI : Serambi Islami, 15 Desember 2016.

Tema : Larangan Berzina.

 Zina dilarang karena dua hal :

1.      Merupakan perbuatan keji (faahisyah), keburukan yang akan menimpa diri sendiri dan orang lain. Secara alamiah, setiap orang pasti dapat merasakan betapa risiko zina, selain menghancurkan kehormatan diri dan nama baik juga menjadi beban batin yang sangat berat sepanjang hidup. Terampuni kah dosanya, atau masih adakah orang yang percaya padanya?

2.      Mengacaukan sistem sosial (su'us sabil), anak yang terlahir dari zina meski tidak turut menanggung dosa orang tua, tetapi kehilangan banyak hak. Mereka tumbuh kurang bahagia karena tanpa kasih sayang ayah kandung dan sambutan hangat keluarga.

Mereka juga kehilangan identitas kenasaban pada ayah, kehilangan hak kewalian, hak asuh dan hak waris dari ayah.

Bahkan mereka sering menjadi korban kejahatan orang tuanya, dibunuh atau dibuang di tempat sampah.


TVRI : Serambi Islami, 8 Desember 2016.

Tema : Islam Agama Allah.

 Islam agama para Nabi dan pengikutnya. Apa yang dikatakan para Nabi kepada kaumnya?

1.      Nuh AS : " Kalian sulit diajak beriman, padahal aku tak minta imbalan apapun kecuali dari Allah. Aku hanya diperintah untuk menjadi  seorang muslim.” (Q.S. Yunus : 72)

2.      Ibrahim AS bukanlah seorang Yahudi atau Nasrani, tetapi seorang yang hanif dan muslim. (Q.S. Ali Imran : ayat 67)

3.      Musa AS : "Hai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah bertawakkal lah, kalau kalian mengaku muslim". (Q.S. Yunus : 84)

4.      Sulaiman AS : "Janganlah bersikap sombong padaku, datanglah sebagai muslim". (Q.S. An-Naml : 31)

5.      Isa AS : "Siapa yang membantuku menegakkan agama Allah?”, Kata kaum Hawari: "kamilah yang akan membantu, kami beriman kepada Allah, dan kami adalah muslim" (Q.S. Ali Imran : 52)

6.      Muhammad SAW : "Katakan wahai Muhammad, telah diwahyukan padaku, bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, apakah kalian telah berserah diri kepada- Nya (muslim)?"

 
Islam adalah agama yang lurus, memiliki konsistensi sejarah tanpa manipulasi. Agama yang memiliki landasan tak meragukan, yang terbuka, bukan hanya untuk umat Islam, tetapi untuk umat manusia.




TVRI : Serambi Islami, 1 Desember 2016.

Tema : Islam Cinta Damai.

Setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ucapkan salam ketika saling bertemu dan bangunlah sikap saling percaya.

 Rizki dan keberkahan tidak pernah mengalir kepada mereka yang sedang bertengkar, sapalah mereka dengan kata yang lembut dan damai.

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari kiamat berkatalah yang baik-baik atau diam. Banyak orang yang sukses hidupnya karena pandai berkomunikasi, demikian pula banyak orang yang gagal karena tidak pandai berkomunikasi.

Dalam sebuah riwayat, seorang istri akan dijatuhi talak oleh suami tanpa alasan yang jelas. Lalu sang istri yang hebat ini berkata : "Anak kita masih kecil, biarlah aku yang mengurus segala keperluannya. Engkau sambangi dia satu kali dalam dua bulan, bagiku sudah cukup. Tegakah kau menceraikanku?”
 
Dalam keharuan, sang suami membatalkan niat untuk menceraikannya, lalu turunlah ayat "wash shulhu khair"


TVRI : Serambi Islami, 24 November 2016.

Tema : Menyambut Hari Guru Nasional.

Samakah orang yang berilmu dengan yang tidak?

Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan.

Tidurnya seorang alim satu malam lebih berharga dari ibadahnya orang bodoh selama setahun.

Iqra', bacalah,

Tuhanmu yang Mulia,

Mengajar manusia dengan pena.

Membukakan ilmu tentang susunan alam semesta.

Membuka pintu langit, bumi, matahari, dan rembulan.

Membentangkan samudera dan hawa murni.

Mengirimkan guru-guru yang mengajarkan

Nilai-nilai kemanusiaan, kesetiaan, dan sifat welas asih.

Karena jasa guru,

Kami jadi tahu

Manfaat ilmu agama, sosial, obat-obatan, tumbuh-tumbuhan, dan teknologi

Terimakasih Tuhan!
 
Terima kasih guru!